LKLB News
Kemendikdasmen RI dan Institut Leimena Wujudkan Pendidikan Inklusif Lewat Konferensi Internasional LKLB
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suharti, bersama Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali Muis, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, dan Senior Fellow Institut Leimena, Amin Abdullah,...
Piagam Madinah, Rujukan Ulama Promosikan Sikap Beragama yang Inklusif
Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, sebagai narasumber kunci dalam Pelatihan Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) kerja sama PKUMI dan Institut Leimena, 25-27 Agustus 2025. Jakarta, LKLB News – Piagam...
Program LKLB Ditampilkan dalam ASEAN Senior Officials Meeting on Education
Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, bersama Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Dr. Nia Nurhasanah, dan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, dalam 20th Senior Officials Meeting on Education di...
LKLB Memperkaya Kurikulum Cinta dan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Narasumber dan peserta Temu Wicara ke-2 bertajuk Insersi Kurikulum Cinta, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan Pembelajaran Mendalam dengan Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi, Dasar, dan Menengah, pada 30 Juli-1 Agustus...
Jangkauan Program
Alumni
Pengenalan Dasar
Alumni
Hybrid Upgrading Workshop
Alumni
Online Upgrading Course
Peserta
Webinar Internasional
Peserta
Konferensi Internasional
Testimoni Tokoh
Indonesia telah menginisiasi dan memperkenalkan program LKLB untuk menjadikan program ini sebagai upaya menangkal tantangan radikalisme dan kekerasan dalam berpikir.

Dr. Alwi Shihab
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia 1999-2001 dan Senior Fellow Institut Leimena
Apa yang kita gagas bersama (program Literasi Keagamaan Lintas Budaya), bisa dilanjutkan,
dikembangkan, karena itu sangat membantu bangsa ini.

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar
Menteri Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal
Dalam masyarakat multikultural dan multiagama, Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah pilar vital dari pendidikan karakter. LKLB dapat terwujud sejalan dengan nilai-nilai pluralisme positif, toleransi otentik, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
(Disampaikan dalam sambutan kunci sesi Pleno IF20 bertajuk "Education: Leading Human Development Imperatives", di Cape Town, 12 Agustus 2025)

Prof. Dr. Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
Kami sangat bangga atas kepemimpinan Insitut Leimena dan kepeloporan Indonesia. Anda bisa membawa LKLB kepada masyarakat global karena dunia juga membutuhkannya. Anda tidak bisa mendapatkan pencerahan tanpa adanya pendidikan dan pendidikan yang telah Anda rintis ini relevan dan dibutuhkan.

Prof. Muhammadou M.O. Kah
Vice President of the United Nations Human Rights Council
LKLB perlu dan dibutuhkan karena semakin dekatnya hubungan sosial antar penganut agama dan kepercayaan di berbagai belahan bumi, terlebih di era digital dan internet.

Prof. Dr. Amin Abdullah
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Indeologi Pancasila (BPIP) dan Senior Fellow Institut Leimena
Indonesia mempromosikan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” untuk menumbuhkan pemahaman lintas agama dan lintas budaya. Kita harus terus menegakkan prinsip ini saat kita menghadapi kompleksitas masalah global.

Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri RI 2014-2024
Saya memuji Institut Leimena yang telah melakukan kerja luar biasa selama beberapa tahun terakhir untuk melatih ribuan guru di seluruh Indonesia. Anda telah mempersiapkan mereka untuk mengajarkan generasi masa depan tentang nilai-nilai solidaritas, pengertian, dan kebersamaan, di atas perpecahan. Apa yang Anda lakukan memiliki dampak langsung yang bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Rashad Hussain
United States Ambassador-at-large for International Religious Freedom 2022-2024
Bagi saya, Institut (Leimena) ini luar biasa. Institut yang belum terlalu besar, tapi kerjanya luar biasa, kerjanya untuk Indonesia.

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005
Dapatkan Update Terbaru Kami!
Ikuti Media Sosial Kami:
